Sejarah Indihiang


Sejarah tentang pembentukan Kecamatan Indihiang tidak terlepas dari sejarah berdirinya Kota Tasikmalaya dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya di masa lalu. Oleh karena itu, sejarah singkat yang akan diuraikan di bawah ini merupakan rangkaian waktu perjalan berdirinya Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sampai terbentuknya Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Nama Kabupaten Tasikmalaya secara resmi dikenalkan kepada masyarakat pada tahun 1913, yaitu pada masa Pemerintahan Bupati RAA. Wiratuniningrat (1908 - 1937) yang merupakan pengganti Bupati Prawira Adiningrat (1901 - 1908). Sebelumnya telah terjadi peristiwa perpindahan Ibukota Kabupaten Sukapura dari Manonjaya ke Tasikmalaya pada tanggal 1 Oktober 1901, yang kemudian diikuti perubahan nama Kabupaten Sukapura menjadi Kabupaten Tasikmalaya pada tanggal 1 Januari 1913.



Wilayah Kabupaten Sukapura pada waktu itu meliputi 10 Distrik, yakni Tasikmalaya, Ciawi, Singaparna, Taraju, Cikatomas, Banjar, Pangandaran dan Cijulang. Perubahan dilangsungkan dengan persetujuan Bupati Ciamis waktu itu, yaitu RTA Sunarya, putra RA. Wirahadiputra, yakni adik dari RT. Wirahadiputra.

RT. Wirahadiputra memerintah Tasikmalaya dalam dua kurun waktu. Yang pertama tahun 1938 - 1944 dan yang kedua tahun 1948 - 1949, sedangkan diantara dua kurun waktu tersebut yaitu tahun 1944 - 1948 Kabupaten Tasikmalaya diperintah oleh RTA Sunarya yang merupakan Bupati turunan Sukapura ke XVI. RT Wirahadiputra yang menjadi Bupati untuk kedua kalinya pada tahun 1948 - 1949 merupakan Bupati terakhir turunan Sukapura yang menjadi Bupati Tasikmalaya. Dengan demikian tradisi jabatan Bupati tidak lagi menurut keturunan satu keluarga dan hal ini sesuai dengan alam merdeka dan demokratis.

Pada zaman Jepang, Pemerintah di Kabupaten Tasikmalaya tidak banyak mengalami perubahan yang mendasar. Pemerintahan berjalan seperti biasa, dan merupakan kelanjutan dari Pemerintahan sebelumnya. Hal yang perlu dicatat bahwa pada zaman Jepang, di Singaparna tepatnya di Sukamanah terjadi perlawanan rakyat kepada pihak Jepang yang dipimpin oleh K.H. Zaenal Mustofa pada tanggal 25 Pebruari 1944. Kelak beliau dianugrahi gelar Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor : 064/TK/92 tanggal 6 Nopember 1992.

Ditetapkannya Undang-undang Nomor 1 tahun 1945 pada tanggal 25 Nopember 1945, dan ditetapkannya Undang-undang Nomor 11 Tahun 1950 pada tanggal 8 Agustus 1950 dapat dianggap sebagai momen terbentuknya Kabupaten Tasikmalaya dalam lingkungan Negara Republik Indonesia.

Pada saat Undang-undang Nomor 1 Tahun 1945 ditetapkan yakni pada tanggal 23 Nopember 1945, Bupati Kabupaten Tasikmalaya ketika itu adalah RTA. Sunarya yang telah menjadi Bupati dari tahun 1944. Beliau masih merupakan Bupati turunan Sukapura yang ke XVI.

Urutan pemegang jabatan Bupati Tasikmalaya adalah sebagai berikut :

  • RTA. Sunarya (1944-1947
  • RT Wiraadiputra (1947-1948) (berakhir jaman Dalem langsung turunan Sukapura
  • R. Abas Wilaga Somantri (1948 - 1951)
  • R. Priatna Kusumah (1951 - 1957)
  • R. Ipung Gandapraja (19578 - 1958)
  • R. Memed Supartadireja (1958 - 1966)
  • Letkol Husen Wangsaatmadja (1966 - 1974)
  • Drs. Kartiwa Surya Saputra (1974 - 1976)
  • Letkol A. Bunyamin (1976 - 1981)
  • Kolonel H. Hudly Bambang A (1981 - 1986)
  • Kolonel H. Adang Roosman, SH (1986  - 1991) (Periode I)
  • Kolonel H. Adang Roosman, SH (1991 - 1996) (Periode II)
  • Kolonel Suljana Wira Hadisubrata (1996-2001)
  • Drs. H. Tatang Farhanulhakim (2001 s/d sekarang) (pada pemerintahan beliau lahir Kota Tasikmalaya)

Sejak didirikannya sampai sekarang, Tasikmalaya mengalami beberapa kali perubahan status disamping sebagai Ibukota Kabupaten Tasikmalaya yaitu Onder Distrik Tasikmalaya, yang kemudian dikenal dengan nama Kecamatan Tasikmalaya yang sebelumnya adalah merupakan Kota Kewedanaan maka untuk lebih jelasnya perkembangannya adalah sebagai berikut :

  • Mulai tanggal 1 Oktober 1901 sebagai Ibu Kota Kabupaten.
  • Dari Tahun 1925 sampai dengan 1963 yang semula istilahnya dikenal dengan nama Distrik barulah menjadi Kota Kewedanaan.
  • Dari Tahun 1964 sampai dengan 14 April 1974 merupakan Ibu Kota Kecamatan.
  • Dari tanggal 15 April 1974 sampai dengan 2 Nopember 1976 merupakan Ibu Kota Kewedanaan Tasikmalaya kembali, yang meliputi Kecamatan Tasikmalaya, Kecamatan Indihiang dan Kecamatan Kawalu.
  • Dari Tanggal 3 Nopember 1976 sampai dengan 21 Juni 2001 adalah sebagai Kota Administratif yang ke V diseluruh Indonesia, disamping sebagai Ibu Kota Kabupaten.


Kecamatan Tasikmalaya yang merupakan Pusat Kota semula terdiri dari 7 (tujuh) Desa yaitu :
1. Desa Tawangsari
2. Desa Cihideung
3. Desa Nagarasari
4. Desa Sukamanah
5. Desa Kahuripan
6. Desa Tuguraja


Didalam perkembangannya Kecamatan Tasikmalaya mengalami perubahan-perubahan yang sangat pesat baik dibidang Pemerintahan, Pembangunan maupun Kemasyarakatan. Hal ini disebabkan fungsi Kota Tasikmalaya disamping sebagai Ibu Kota Kabupaten Tasikmalaya yang dengan sendirinya merupakan pusat pelayanan kegiatan Pemerintahan, perdagangan dan distribusi serta pusat pendidikan juga merupakan pusat pelayanan kegiatan perkantoran meliputi Wilayah Kerja Priangan Timur dan oleh Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat melalui Repelita II Jabar, Tasikmalaya dijadikan pusat pengembangan Wilayah Pembangunan Priangan Timur.

Pada Tahun 1976 Pemerintah membentuk Kota Administratif Tasikmalaya berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1976, tentang Pembentukan Kota Administratif Tasikmalaya yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri H. Amir Machmud pada tanggal 3 Nopember 1976. Peristiwa ini ditandai dengan penandatangan Prasasti yang sekarang terletak di halaman Gedung DPRD Kab. Tasikmalaya. Pada waktu yang sama dilantik pula Walikota Administratif pertama yaitu Drs. H. Oman Roosman oleh Gubernur KDH. Tingkat I Jawa Barat, H. Aang Kunaefi.

Kiranya perlu pula kami informasikan beberapa alasan mengapa Kecamatan Tasikmalaya dijadikan Kota Administratif Tasikmalaya sebagai berikut :

  • Keadaan Geografi, Demografi dan Sosiologis yang meliputi segala segi kehidupan masyarakat Kota telah memperlihatkan perkembangan yang pesat sehingga memerlukan peningkatan pelayanan dan pengurusan dalam penyelenggaraan Pemerintahan.
  • Public service yang ditangani Pemerintah dengan status Kecamatan Tasikmalaya banyak menimbulkan masalah dan banyak melibatkan Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Tasikmalaya secara langsung, karena Pemerintah Kecamatan sudah tidak mampu mengimbangi perkembangan masyarakatnya.
  • Kota Tasikmalaya merupakan Pusat kegiatan Pemerintahan, perekonomian, pendidikan, kesehatan, distribusi dan perdagangan bagi seluruh Wilayah Kabupaten Tasikmalaya, bahkan merupakan pusat kegiatan-kegiatan tertentu bagiWilayah Priangan Timur.
  • Kota Tasikmalaya dijadikan Pusat Pengembangan Wilayah Pembangunan Priangan Timur yaitu sebagai Hinterland dari pada Bandung Raya, pelabuhan Cirebon dan pelabuhan Cilacap.


Berdasarkan Pasal 6 Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1976 Wilayah Kota Administratif Tasikmalaya dibagi atas 3 Kecamatan yakni :
1. Wilayah Kecamatan Cipedes tardiri dari :

  • Desa Nagarasari
  • Desa Cipedes
  • Desa Panglayungan
  • Desa Sukamanah


2. Wilayah Kecamatan Cihideung

  • Desa Yudanegara
  • Desa Nagarawangi
  • Desa Argasari
  • Desa Cilembang
  • Desa Tuguraja


3. Wilayah Kecamatan Tawang

  • Desa Tawangsari
  • Desa Lengkongsari
  • Desa Empangsari
  • Desa Kahuripan


Perubahan Desa menjadi Kelurahan sekaligus dengan pemekaran desanya adalah berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintah Desa yang pelaksanaannya diatur berdasarkan Surat Keputusan Mentri Dalam Negeri tanggal 22 September 1980 Nomor 140-502 tentang Penetepan Desa menjadi Kelurahan dan untuk Desa-desa di Wilayah Kota Administratif Tasikmalaya telah diresmikan pada tanggal 16 Juli 1981 oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tasikmalaya, Bapak H. Hudly Bambang Aruman.
Selama kurun waktu 25 Tahun Kota Administratif Tasikmalaya berkembang dengan pesat baik dibidang Pemerintah, Pembangunan dan Kemasyarakatan, khususnya bidang pemerintah semua Desa berubah menjadi Kelurahan, sehingga pada akhirnya Tasikmalaya terdiri dari 3 Kecamatan dan 15 Kelurahan yaitu :
1. Kecamatan Cipedes, terdiri dari 4 (empat) Kelurahan yaitu :
  • Kelurahan Cipedes
  • Kelurahan Nagarasari
  • Kelurahan Sukamanah, dan
  • Kelurahan Panglayungan.

2. Kecamatan Cihideung, terdiri dari 6 (enam) Kelurahan yaitu :
  • Kelurahan Yudanegara
  • Kelurahan Nagarawangi
  • Kelurahan Cilembang
  • Kelurahan Argasari
  • Kelurahan Tugujaya, dan
  • Keluran Tuguraja.

3. Kecamatan Tawang, terdiri dari 5 (lima) Kelurahan yaitu :
  • Kelurahan Tawangsari
  • Kelurahan Empangsari
  • Kelurahan Lengkongsari
  • Kelurahan Cikalang dan
  • Kelurahan Kahuripan.

Sejak pembentukan sampai meningkatnya status Kotif Tasikmalaya menjadi Kota Tasikmalaya, tercatat 5 (lima) Walikotatif yang telah menjalankan roda pemerintahan di Kotif Tasikmalaya dengan urutan sebagai berikut :
1. Drs. H. Oman Roesman (1976 - 1985)
2. H. Yeng Ds. SH (1985 - 1989)
3. Drs. R.Y. Wahyu (1989 - 1992)
4. H. Edi Hardhiana (1992 - 1999)
5. Drs. H.B. Bunyamin (1999 - 2001)

Dengan semakin pesatnya perkembangan dan tuntutan aspirasi masyarakat yang semakin mendesak agar kota Administratif Tasikmalaya ditingkatkan menjadi Kotamadya (dahulu) dengan harapan pelayanan menjadi maksimum dimana hal inipun sejalan dengan tuntutan dari Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan di sisi lain Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bersama-sama Pemerintah Propinsi Jawa Barat memperhatikan perkembangan tersebut, dan mengusulkan kepada Pemerintah Pusat dan Dewan Perwakilan Rakyat.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Tasikmalaya, yang disahkan pada tanggal 20 Juni 2001, dan diresmikan tanggal 17 Oktober 2001 dengan diikuti pelantikan Penjabat Walikota Tasikmalaya yang dipercayakan kepada Drs. H. WAHYU SURYADIHARDJA yang pada waktu itu sebagai pejabat Penyiap Pembentukan Kota Tasikmalaya sesuai dengan Keputusan Bupati Tasikmalaya.

Momentum peresmian Kota Tasikmalaya yang diikuti pelantikan penjabat Walikota Tasikmalaya dapat dijadikan suatu landasan yang bersejarah dan tepat untuk dijadikan Hari Jadi Kota Tasikmalaya.

Pada tanggal 14 November 2002 dilaksanakan pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Tasikmalaya yang pertama yaitu Bapak Drs. H. Bubun Bunyamin sebagai Walikota Tasikmalaya dan Bapak Drs. H. Syarif Hidayat, MSi. Sebagai Wakil Walikota.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2001 Wilayah Kota Tasikmalaya terdiri dari 3 (tiga) Kecamatan ex Kota Administratif Tasikmalaya sebagaimana tersebut diatas ditambah 5 (lima) kecamatan Kabupaten Tasikmalaya yaitu Kecamatan Indihiang, Kecamatan Kawalu, Kecamatan Cibeureum, Kecamatan Mangkubumi dan Kecamatan Tamansari.
Awalnya Kecamatan Indihiang terdiri dari 13 (tiga belas) Desa yaitu :
  • Desa Indihiang
  • Desa Sirnagalih
  • Desa Parakannyasag
  • Desa Panyingkiran
  • Desa Sukamaju Kaler
  • Desa Sukamaju Kidul
  • Desa Sukarindik
  • Desa Sukamulya
  • Desa Sukajaya
  • Desa Bantarasari
  • Desa Bungursari
  • Desa Cibunigeulis
  • Desa Sukalaksana.

Dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk, kegiatan pemerintahan dan pembangunan dalam wilayah Kota Tasikmalaya, dalam rangka mempelancar pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan serta untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, Kecamatan Indihiang dibagi 2 (dua) menjadi Kecamatan Indihiang dan Kecamatan Bungursari berdasarkan Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kecamatan Bungursari dan Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya sehingga Wilayah Kota Tasikmalaya menjadi 10 Kecamatan.

Berdasarkan ketentuan Pasal 6 ayat (2) Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 6 Tahun 2008 dengan dibentuknya Kecamatan Bungursari,  maka wilayah kerja Kecamatan Indihiang menjadi 6 (enam) Kelurahan, yang semula 13 (tiga belas) kelurahan yaitu :

  • Kelurahan Indihiang
  • Kelurahan Sirnagalih
  • Kelurahan Parakannyasag
  • Kelurahan Panyingkiran
  • Kelurahan Sukamajukaler
  • Kelurahan Sukamajukidul

Kedudukan Kantor Camat Indihiang semula terletak di Alun-alun Indihiang Jl.Letjend Ibrahim Adjie, pada Tahun 1989 dipindahkan ke Jl.Gunung Manggu No.2 sampai sekarang.

Kecamatan Indihiang adalah kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tasikmalaya, dan merupakan pintu gerbang Kota Tasikmalaya dari arah Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, Bandung. Dalam perkembangannya Kecamatan Indihiang sangat pesat, diantaranya terdapat terminal bis Tasikmalaya yang merupakan kategori terminal type A. Juga terdapat perusahaan/pabrik pengolahan kayu skala besar, Bineatama Kayone Lestari dan perusahaan-perusahaan lainnya yang dapat dilihat pada menu potensi ekonomi.

0 komentar: